Selasa, 26 Januari 2010

beberapa ilmu tentang ms. word

|0 komentar
1. Jika anda ingin mengubah jenis font pada tulisan seperti arial, verdana, ataupun font style, font size, serta effects dan lain sebagainya, anda dapat mengubahnya dari menu font dengan shortcut ctrl+d atau biasanya melalui simbol - simbol yang terdapat pada toolbar.

2. jika anda ingin membuat sebuah huruf awal yang ukurannya besar seperti yang biasanya dapat di temukan di koran - koran atau majalah, anda dapat mengubahnya dalam menu drop cap. caranya blok huruf awal yang ingin diubah, lalu pilih menu insert, lalu pilih drop cap. di dalam menu drop cap pilih dropped untuk mengubah hurufnya.

3. Jika anda ingin mengubah format paragraph anda agar lebih rapi, pertama anda blok paragraph yang ingin dirapikan. anda dapat memilih beberapa pilihan:
1. rata kiri (align left) shortcut nya ctrl+L
2. rata tengah (center) shortcutnya ctrl+e
3. rata kanan (align right) shortcutnya ctrl+r
4. rata kiri dan kanan (justify) shortcutnya ctrl+j
Pilihan ini dapat juga ditemukan di toolbar yang berbentuk simbol - simbol.

4. untuk mengubah posisi satu kata atau beberapa kata dalam tulisan yang dibuat lebih tinggi atau lebih rendah dari kata lainnya seperti angka berpangkat, dapat diubah melalui menu font. Pertama, blok kata yang akan diubah, lalu buka menu font dengan menekan ctrl+d. di sini pilih character spacing, pada position pilih raised untuk menaikkan huruf yang sudah di blok atau pilih lowered untuk menurunkan posisi kata. Setelah itu tentukan angka yang diinginkan pada posisi by.

5. untuk menambahkan simbol - simbol seperti (©) dapat ditambahkan melalui menu insert lalu pilih symbol. untuk menambahkan rumus - rumus matematika dan lain sebagainya, pilih menu insert lalu equation.

Senin, 18 Januari 2010

sejarah susunan huruf pada keyboard

|0 komentar

Pernahkah Anda bertanya, mengapa susunan huruf dalam keyboard mesin ketik, komputer, hingga PDA kita berupa “QWERTYUIOP” dan seterusnya? Mengapa tidak dibuat saja berurutan seperti “ABCDEFGH” dan seterusnya? Mungkin sebagian dari Anda sudah tahu ceritanya, tetapi kalau-kalau Anda belum tahu bisa saya tulis di sini.

Konon, keyboard tersebut sudah diciptakan sejak tahun 1860an oleh Sholes dan Dunsmore. Awalnya mereka membuatnya berurutan sesuai abjad. Namun, lambat laun seiring dengan meningkatnya kemampuan (kebiasaan) user, kecepatan mengetik menjadi lebih cepat padahal mekanisme mesin saat itu masih sederhana. Akibatnya, (baris) tombol tertentu menjadi sering macet dan menghambat pekerjaan.

Berdasar pengalaman mereka, akhirnya disusunlah keyboard yang sengaja dipersulit dan dibuat tidak efisien agar keyboard tidak mudah jammed. Desain mesin ketik itu kemudian dijual ke Remington untuk diproduksi secara massal tahun 1873. Susunannya terbagi dalam empat baris, baris teratas berupa “23456789-”, baris kedua “QWE.TYIUOP”, baris ketiga “XDFGHJKLM”, dan baris terbawah “AX&CVBN?;R”.

Seiring berjalannya waktu, teknologi berkembang pesat dan masalah tombol keyboard yang sering macet sudah teratasi dengan desain mekanik yang lebih baik. Sejumlah desain keyboard alternatif juga muncul di pasaran. Salah satu yang cukup populer adalah Dvorak Simplified Keyboard (DSK) yang dibuat oleh August Dvorak tahun 1936. Desain itu diklaim merupakan desain yang lebih efisien, cepat, dan egronomis.

QWERTY sebenarnya punya banyak kelemahan seperti membuat tangan kiri Anda overload terutama ketika menulis dalam bahasa Inggris (hal serupa saya rasakan ketika menulis dalam bahasa Indonesia). QWERTY juga membuat kelingking Anda overload. Penelitian menunjukkan bahwa distribusi huruf tidak merata sehingga jari Anda harus menyeberang dari baris ke baris—-bila dihitung jari tukang ketik tipikal akan berjalan lebih dari 20 mil per hari dibandingkan dengan DSK yang hanya 1 mil.

Sayangnya, orang tetap ogah berpaling dari desain “QWERTY” kendati desain tersebut bukan merupakan desain yang terbaik. Sekalipun teknologi sudah bisa mengatasi problem tombol yang nge-jam, orang tetap bertahan dengan desain “QWERTY” bukannya desain lain yang lebih superior. Alih-alih, QWERTY malah dinobatkan menjadi standar internasional di tahun 1966.

Hal yang sama juga terjadi di Microsoft Windows. Kita tentu tahu bahwa Windows bukanlah sistem operasi terbaik, entah itu dari segi keamanan, kemudahan, kinerja, sampai soal keindahan. Namun, karena penetrasi pasar Windows sudah begitu deras, orang mulai terbiasa menggunakan Windows dan sistem operasi tersebut menjadi terstandardisasi.

Apakah tidak ada yang lebih baik dari Windows? Tentu saja tidak. Namun orang perlu pikir-pikir beberapa kali sebelum berpaling dari standar tersebut. Mereka harus menghadapi barrier seperti faktor biaya, isu kompatibilitas, proses pembelajaran, faktor waktu, dan masih banyak lagi. Akibatnya jumlah mereka yang setia jauh lebih besar daripada yang murtad. Inilah yang menjadikan Windows atau QWERTY kemudian menjadi standar—-kendati mereka bukan yang terbaik.

Dalam dunia ilmiah, fenomena ini dijelaskan sebagai konsep path dependency dan network externality. Intinya, inovasi tidak menghasilkan outcome yang out of the blue, tetapi merupakan perkembangan yang bisa diprediksi dari yang sudah-sudah. Selain itu, value dari inovasi tersebut akan makin tinggi bila digunakan oleh makin banyak orang. Pada tahap tertentu, inovasi tersebut akan menjadi standar yang digunakan oleh umum.

Selasa, 12 Januari 2010

Tugas TPK

|0 komentar
Tugas siswa :

1. Tulis dan jelaskan langkah - langkah POST
2. Gejala masalah apa yang terjadi pada pc jika beep yang ditimbulkan berbunyi 1 beep panjang dan 8 beep pendek? menurut anda apa penyebabnya? (5 jawaban)
3. Bagaimana menurut anda pc yang sudah lolos POST, apakah berarti baik?
4. Tuliskan 5 contoh pesan "post error code" yang ditampilkan pada layar monitor

Jawab

1. - Tes power supply
- Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja cpu oleh sinyal "power guard" yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik. Kemudian cpu melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS
- Pengecekan terhadap BIOS dan pc nya di dalam BIOS terdapat program yang berisikan instruksi POST
- Pengecekan terhadap CMOS. program POST diawali dengan membaca data setup pada CMOS
- Melakukan pengecekan pada cpu, timer, kendali memory, memory bus dan memory modul
- Membaca memory sebesar 16 kb untuk keperluan ROM BIOS menyiapkan kode POST
- Pengecekan I/O controller dan bus controller

2. Gejala : adanya masalah dalam tes tampilan gambar
penyebab : kerusakan pada vga, permasalahan pada RAM, permasalahan pada processor, kabel power indikator belum terpasang atau salah pasang, kabel adaptor untuk monitor rusak

3. Belum tentu pc dalam keadaan baik jika sudah lolos POST, karena masih ada permasalahan yang lain yang mungkin saja mengenai pc anda, seperti terkena virus atau komputer me-restart sendiri tanpa diperintah.

4. -BIOS ROM checksum error
System halted
- CMOS battery failed
- Display with is set incorrectly
- Disk boot failure
- Primary device not found